OPERASI KATARAK
APACRS Prinsip-prinsip Petunjuk Teknis Operasi Katarak 13 4.5 Pemeriksaan praoperatif • Biometri – dapat dilakukan menggunakan optical laser interferometry biometry (OLIB), ultrasonografi A-scan, atau optical coherence tomography (OCT) • Keratometri – manual atau otomatis • Ultrasonografi B-scan – pada kasus di mana kondisi retina tidak memungkinkan untuk dievaluasi • Topografi kornea – penilaian dari magnitude, aksis, dan regularitas dari astigmatisma kornea penting untuk menentukan apakah lensa intraokular terindikasi torik • Aberometri dan retinal optical coherence tomography (OCT) – dapat digunakan apabila tersedia • Kuesioner fungsi visual – pada situasi tertentu • Evaluasi kesehatan umum pasien (misalnya, kemampuan untuk berbaring, kooperatif, dan komunikasi) PENGKAJIAN PRAOPERATIF DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN 4.6 Pertimbangan khusus untuk operasi katarak pada pasien dengan satu mata Operasi katarak pada pasien dengan hanya satu mata yang berfungsi tidak berbeda dengan pasien lainnya. Operasi katarak pada pasien tersebut dapat memperbaiki fungsi daya lihat. 25 Catatan tambahan INASCRS • Ultrasonografi B-sca n – pada kasus di mana kondisi retina tidak memungkinkan untuk dievaluasi, apabila tersedia. • Topografi kornea – penilaian dari magnitude, aksis, dan regularitas dari astigmatisma kornea penting untuk menentukan apakah lensa intraokular terindikasi torik, apabila tersedia.
Made with FlippingBook
RkJQdWJsaXNoZXIy Njk2NTg0