OPERASI KATARAK
26 APACRS Prinsip-prinsip Petunjuk Teknis Operasi Katarak mikroskopis dan kultur mikrobiologi perlu segera dilakukan. Secara bersamaan, dilanjutkan dengan pemberian antibiotik intravitreus. Endophthalmitis Vitrectomy Study merekomendasikan kombinasi injeksi dan tap intravitreus pada pasien-pasien dengan tajam penglihatan gerakan tangan atau lebih baik. Untuk pasien-pasien yang tajam penglihatannya lebih buruk dari gerakan tangan, harus dilakukan vitrektomi pars plana. 161 Grade A, Level Ia Secara global didapatkan insidensi endoftamitis yang rendah, dengan insiden antara 0,04% dan 1,6%. 162-173 Faktor risiko endoftalmitis meliputi ruptur kapsul posterior, hilangnya badan vitreus, durasi operasi yang lama, operasi dilakukan oleh residen, pasien imunokompromais, kosntruksi insisi yang tidak tepat disertai kebocoran luka, aplikasi gel anestesi lokal sebelum povidon iodin, dan usia pasien yang lebih tua. 162,164,173-176 Level III GPP Pencegahan endoftalmitis sangatlah penting. Khususnya diberikan pada adneksa okular, terutama pada kasus obstruksi duktus nasolakrimalis dengan infeksi dan penyakit kelenjar meibom sebelum operasi katarak. A Pemberian povidone iodine 5% pada cul-de-sac konjungtiva selama minimal 2 menit sebelum operasi katarak terbukti mengurangi jumlah flora mikrobiologis di dalam cul-de-sac dan sehingga dapat mengurangi insiden infeksi. 177-179 Grade A, Level IIa B Konstruksi luka yang baik penutupan luka kedap air dengan atau tanpa jahitan sangat penting karena telah terbukti bahwa insisi yang bocor meningkatkan risiko infeksi. 180 Grade B, Level III . Pemberian gel lignokain sebelum povidone iodine akan mengurangi efikasinya. 180 Meskipun beberapa studi telah menunjukkan insiden endofalmitis yang lebih besar pasca ECCE dibandingkan dengan fakoemulsifikasi, 163,181-183 jenis operasi mungkin tidak mempengaruhi insiden endoftalmitis bila penutupan luka dilakukan dengan cermat. Level III PENGKAJIAN PRAOPERATIF DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Made with FlippingBook
RkJQdWJsaXNoZXIy Njk2NTg0